SISTEM DAN KOMPONEN PADA RUMAH MAKAN SOTO KUDUS

Nama Keompok :

  1. Rizki Fauziah
  2. Fitri Marwaningsih
  3. Annisa Arifah

Pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai komponen dan sistem pada rumah makan soto kudus yang berlokasi di Jl. Cideng Barat Dalam, Jakarta Pusat.

  1. Tujuan

Tujuan adalah memberikan arah yang jelas pula dalam proses system. Komponen tujuan merupakan sasaran yang ingin dicapai oleh berjalannya sebuah system. Tujuan ini bias berupa usaha, pemecahan sebuah sistem dan pemecahan sebuah masalah.

Rumah Makan Soto Kudus yang berlokasi di Jakarta Pusat bertujuan untuk menyajikan dan memberikan pelayanan kepada pelanggan dan untuk mendapatkan keuntungan yang ingin dicapai.

  1. Input

Dibawah ini merupakan data mingguan pelanggan pada Rumah Makan Soto Kudus yang akan dimasukan datanya di dalam proses.

Contoh laporan pendapatan per minggunya

Minggu I

Keterangan Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke 3 Hari ke 4 Hari ke 5
keuntungan
pendapatan
Omset
  1. Proses

Proses adalah dimana kegiatan memproses data yang sudah diinput akan menghasilkan output.

Berikut ini merupakan data yang diinput yang diproses dikomputer, menggunakan Microsoft office excel

  1. Output

Output adalah hasil yang didapatkan dari hasil proses yang dilakukan. Berikut ini adalah hasil output yang didapat dari data yang telah di proses diatas dengan menggunakan

  1. Batasan

Batasan adalah dimana suatu sistem yang saling bekaitan sistem lainnya dan yang membatasi lingkungan luar dari sistem itu sendiri. Dalam hal ini keterbatasan Pada Rumah Makan Kudus yang berlokasi di Jakarta Pusat yaitu kurangnya karyawan yang dibutuhkan untuk member pelayanan kepada pengunjung yang ingin menikmati enaknya soto kudus ini. Dengan ini kami berharap pihah dari Rumah Makan Soto Kudus bias lebih menambah karyawan lebih banyak lagi. Agar nantinya Rumah Makan Soto Kudus ini lebih ramai pengunjung yang mau menikmati enaknya soto kudus, bisa melestarikan makan tradisional ini dan mendapatkan penghasilan yang lebih banyak lagi

  1. Umpan Balik

Umpan balik adalah sebuah mekanisme untuk mengatur sebuah sistem yang diinginkan dengan hasil yang telah kita kerjakan dari proses tersebut. Jika kita membuat suatu proses dan kemudian kita mendapatkan hasil dari apa yang kita kerjakan . di Rumah Makan Soto Kudus yang berlokasi di Jakarta Pusat.

Sistem Informasi Manajemen

komponen-komponen (elemen-elemen) pada sistem

Pada posting tugas saya yang sebelumnya, saya membahas tentang penjelasan Sistem Informasi Manajemen. yang saya akan sambung dengan komponen-komponen (elemen) pada system.

Elemen sistem

Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu :  masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :

  1. MasukanMasukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
  2. ProsesProses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
  3. KeluaranKeluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya
  4. TujuanSetiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
  5.  Pengendalian dan Umpan BalikMekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

komponen pada sistem

Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umum, yaitu :
1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur
2.Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.

Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

komponen-si

pada gambar diatas menjelaskan tentang komponen-komponen yang saling berkaitan :

John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah building block yaitu blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. Jogiyanto 2008 : 12).

Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

1. blok input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.

2. blok model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. blok output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

4.  blok teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5.  blok basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

6.  blok kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur
terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Referensi :

http://apr1l-si.comuf.com/komponen.php

http://tyomulyawan.wordpress.com/sistem-dan-informasi/

http://erni92.ilearning.me/kkp-bab-ii/2-3-konsep-dasar-sistem-informasi/

Sistem Informasi Manajemen

NAMA            : FITRI. MARWANINGSIH

NPM               : 48212167

KELAS          : 3DA01

JURUSAN      : D3 Akuntansi

TUGAS           : Sistem Informasi Manajemen

  • Sistem adalah perangkat unsur yg secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas dan susunan yg teratur dari pandangan, teori, asas dan metode.
  • Informasi adalah penerangan, pemberitahuaan kabar atau berita tentang sesuatu.
  • Manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan.
  • Sebuah sistem informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya. Gagasan sebuah system informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer.
    Namun komputer membuat gagasan tersebut menjadi kenyataan. Organisasi selalu membutuhkan sistem-sistem untuk mengumpulkan , mengolah, menyimpan, melihat kembali, dan menyalurkan informasi. Komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada system informasi. Akibatnya, sebuah system informasi berdasarkan komputer akan betul-betul berbeda dengan sistem-sistem yang diolah secara manual atau elektro-mekanis.
  • Konsep Dasar SIM
  • Apa yang dimaksud dengan informasi? Informasi merupakan fakta, kejadian, statistik atau bentuk data lainnya yang dapat dipahami dan mempunyai arti, bernilai atau bermanfaat bagi seseorang untuk keperluan/pekerjaan tertentu.
  • Data pada umumnya harus diolah terlebih dahulu sehingga menjadi informasi yang dapat dipahami dan bermanfaat atau lebih bermanfaat.
  • Data, Information & Knowledge Data merupakan deskripsi dasar akan suatu, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang dicatat, diklasifikasikan, dan disimpan tanpa suatu pengorganisasian sebelumnya.
  • Knowledge (pengetahuan) terdiri dari data dan/ atau informasi yang telah diorganisasikan dan diproses sehingga memberi pemahaman, pengalaman, pembelajaran, dan keahlian tertentu yang dapat diaplikasikan pada masalah bisnis yang dihadapi.

Informasi dalam Proses Bisnis Industri Manufaktur
Apa yang dimaksud dengan Teknologi Informasi?

  • Teknologi Informasi
  • berbagai teknologi (utamanya computer-based tool) yang digunakan manusia untuk bekerja dengan informasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan pemrosesan informasi suatu organisasi
  • Istilah umum yang menunjukkan berbagai teknologi yang membantu pengumpulan, penyimpanan, manipulasi/analisis, produksi, komunikasi, dan penyebaran informasi.
  • Mencapai kesuksesan bisnis melalui Teknologi Informasi “People menggunakan information technology untuk bekerja dengan informatio” “Teknologi informasi merupakan faktor penting dalam kesuksesan dan inovasi bisnis”
  • Sistem yang di gunakan di Direktorat Jendral Imigrasi adalah aplikasi GPP Satker 2014 yang digunakan untuk menghitung gaji pegawai, yang berupa tunjangan -tunjangan pegawai. aplikasi ini akan selalu updet karena dikeluarkan oleh KPPN (Kantor Pusat Perbendaharaan Negara).

Daftar pustaka :

http://agitardiansyah4891.blogdetik.com/pengertian-sistem-informasi-manajemen/

http://hasbiashshiddiqyhasanbassis.blogspot.com/2013/10/pengertian-dan-8-definisi-sistem.html

KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun suatu value (nilai) dari yang belum ada dan bisa di nikmati oleh orang banyak.

Wirausaha
Wira           : Berani,Pejuang,Gagah
Usaha        : Usaha
Wirausaha : Berani usaha mandiri

Kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki substansi yang agak berbeda.

Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yanglebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.

UTS Kewirausahaan

1. Jelaskan definisi Kewirausahaan menurut Ahli Ekonomi , Ahli Manajemen , dan menurut Pelaku usaha  !

Menurut Ahli Ekonomi :
Kewirausahaan adalah suatu kemampuan (ability) dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.

Menurut Ahli Manajemen :
Kewirausahaan adalah suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan.

Menurut Pelaku Usaha :
Kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.

 

2.   Sebutkan faktor-faktor penyebab keberhasilan wirausaha

- Memiliki visi dan tujuan yang jelas.

- Inisiatif dan selalu proaktif.

- Berorientasi pada prestasi.

- Berani mengambil risiko.

- Kerja keras.

- Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya.   Komitmen pada berbagai pihak.

- Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak.

 

3.   Sebutkan ciri dan watak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan

Ciri-ciri seorang wirausaha :

• Percaya diri

• Berorientasikan tugas dan hasil

• Berani mengambil risiko

• Kepemimpinan

• Keorisinilan

• Berorientasi ke masa depan

• Jujur dan tekun

 

Sifat-sifat seorang wirausaha :

• Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.

• Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.

• Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.

• Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.

• Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.

• Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.

• Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

 

 

4.   Sebutkan tahap-tahap melakukan wirausaha

1.         Tahap memulai

Tahap dimana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri atau jasa.

2.         Tahap melaksanakan usaha

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya. Mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

3.         Tahap mempertahankan usaha

Tahap dimana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

4.         Tahap mengembangkan usaha

Tahap dimana jika hasil yang di peroleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

 

5.   Sebutkan kompetensi yang harus dimiliki wirausahawan

Mempunyai kepribadian yang kuat, tanda manusia yang berkepribadian kuat adalah memiliki moral yang tinggi. Manusia yang bermoral tinggi bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Memiliki sikap mental wirausaha, manusia yang bermental wiraswasta memiliki kemauan keras untuk mencapai tujuan dan kebutuhan hidupnya. Setiap orang mempunyai tujuan dan kebutuhan tertentu dalam hidupnya, sikap mental ini juga dicirikan dengan sifat kejujuran yang tinggi dan bertanggung jawab.

Memiliki kepekaan terhadap arti lingkungan, artinya manusia yang berjiwa wirausaha harus dapat mengenal lingkungannya, karena dengan ini manusia akan dapat mendayagunakan lingkungan secara efisien bagi kepentingan.

Memiliki keterampilan wiraswasta, untuk dapat menjadi manusia wiraswasta diperlukan beberapa ketrampilan seperti : keterampilan berpikir kreatif, keterampilan dalam kepemimpinan manajerial, keterampilan dalam bergaul sesama manusia.

Memiliki kemampuan untuk mencari informasi, dalam realita sering terjadi kekurang berhasilan dalam berwiraswasta disebabkan karena keengganan untuk mencari informasi tentang beberapa hal yang menyebabkan mengapa suatu usaha dapat berhasil. Banyak wiraswasta yang dalam menjalankan usaha hanya apa adanya. Mereka pada umumnya hanya menjalankan apa yang sudah ada walaupun dalam kenyataan usaha tersebut tidak mengalami perkembangan.

 

 

6.   Sebutkan 8 anak tangga menuju puncak karir menurut alma

1. Kemauan bekerja keras (Capacity for hard work)

 2. Mampu bekerjasama dengan orang lain (Getting things done with and through people).

 3. Penampilan yang baik (Good appearance).

 4. Keyakinan Diri (Self confidence).

 5. Pandai membuat keputusan (Making sound decision).

 6. Pendidikan (College education).

 7. Ambisi untuk maju (Ambition drive).

 8. Pandai berkomunikasi (Ambility to communicate).

 

7.   Sebutkan 4 kegiatan marketing plan

*   Analisis situasi

Sebelum menetapkan sasaran, anda perlu melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan.

*   Analisis SWOT

Analisis SWOT menyangkut 4 hal yaitu Strengh, Weakness, Opportunity, dan Threat. Analisis ini untuk menjawab pertanyaan “Where are we now?” sehingga dapat menyiapkan sasaran pemasaran lebih tepat.

*   Membuat Marketing Strategy

Langkah ini paling tidak memuat statement misi, objective dan focus strategy meliputi segment focus dan product positioning. Strategi ini kemudian diwujudkan dalam berbagai program pemasaran, yang biasanya meliputi kegiatan promosi, distribusi, dan lain-lain.

*    Forecast

Langkah ini memuat secara detail penjualan yang direncanakan bulan per bulan serta follow up dari perencanaan. Normalnya, rencana ini memuat pendapatan per produk, per wilayah, per channel, serta penanggung jawab masing-masing.

*   Penentuan budget

Langkah ini memuat secara detail biaya-biaya yang dikeluarkan bulan per bulan serta follow up dari perencanaan. Normalnya, rencana ini memuat program/ taktik pemasaran secara spesifik, siapa penanggung jawab, serta berbagai elemen kegiatan.

 

8.   Jelaskan apa yang dimaksud dengan AIDA+S

Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) adalah salah satu model hirarki respon yang   cukup popular bagi pemasar sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pemasaran. Menurut model ini, alat promosi harus menarik perhatian, mendapatkan dan mendorong minat, membangkitkan keinginan, dan menghasilkan tindakan. Dalam membangun program komunikasi yang efektif, aspek terpenting adalah memahami proses terjadinya respon dari konsumen, misalnya dalam hal konsumen melakukan pembelian suatu produk, maka diperlukan pemahaman mengenai usaha promosi yang dapat mempengaruhi respon konsumen tersebut.

AYAM BAKAR MAS MONO

CARA BARU NIKMATNYA MENCICIPI AYAM BAKAR

Mas-Mono

Pecinta ayam bakar mana yang tidak mengenal lezatnya Ayam Bakar Mas Mono ini, rasanya yang khas dan harganya yang terjangkau membuat makanan satu ini disukai oleh banyak orang.

Makanan satu ini sudah mempunyai beberapa outlet di kota-kota besar, salah satunya di Jakarta. Di jakarta sendiri ayam bakar mas mono mempunyai tujuh outlet. Untuk lebih jelasnya, berikut uraian profil Ayam Bakar Mas Mono

SEJARAH PERKEMBANGAN AYAM BAKAR MAS MONO

    Usaha rumah makan Ayam Bakar Mas Mono yang dirintis pertama kali oleh A. Pramono (Mas Mono), berdiri sejak tahun 2001, dengan berbekal sebuah gerobak yang di tempatkannnya di sebuah kampus ternama di Jakarta. Mas Mono memulai usahanya dengan semangat dan keinginan untuk dapat sukses seperti orang lain, “Seandainya orang lain bisa sukses,saya juga bisa” kata beliau.

     Mas Mono mengawali wiraswasta di daerah Pancoran Tebet, dengan menjadi tukang gorengan. Setelahitu Mas Mono mendapatkan lapak kecil di depan Universitas Sahid, Tebet. Mas Mono dengan istrinya memulai beralih berdagang ayam bakar. Mengapa ayam bakar? karena semua restoran besar atau kecil menjual ayam bakar dan pasti laku.

     Dengan kombinasi produk yang baik dan pelayanan yang baik, perlahan mulai mendapatkan hasil. Memulai berdagang dari 5 ekor ayam menjadi 80 ekor ayam per hari, dari satu orang karyawan menjadi beberapa orang karyawan.

     Ritik terang kesuksesan mulai benderang. Berawal dari seorang pelanggan yang juga adalah presenter salah satu TV di Indonesia, mas Mono ditawari untuk supply catering crew stasiun TV tersebut. Mas Mono juga mendapatkan tempat kecil yang semi permanen di Tebet Raya No. 57 untuk berjualan. Hanya 2 meja kecil, tetapi pelanggan mau untuk berdiri antri untuk membeli dagangannya.

     Tahun 2009, Mas Mono bertemu dan berkombinasi dengan Pak Hendry Setiono untuk mendirikan PT. Panen Raya Indonesia untuk mengembangkan Ayam Bakar Mono sebagai salah satu restoran yang di franchise-kan.

     Dengan management yang baik, Mas Mono bertransformasi menjadikan warung tradisional menjadi bisnis yang profesional. Sekarang, Mas Mono sudah memiliki lebih dari 64 cabang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan mempunyai mimpi untuk go Internasional.

OMSET YANG DIMILIKI

     Omset yang dimiliki Ayam Bakar Mas Mono ini bisa dikatakan cukup besar, bisa mencapai Rp 50 juta perbulan. Namun itu hanya di salah satu outlet di Jakarta. Total bisa berubah-ubah tergantung dengan lokasi outlet.

PENGHARGAAN

Berikut adalah beberapa penghargaan yang pernah disabet oleh si ayam bakar ini :

- ASIA PACIFIC ENTERPRENEUR AWARD “The Best Promising Enterpreneurship 2011″

- FRANCHISE BEST SELLER 2010 “Franchise Best Seller 2010 Kategori Resto Ayam Bakar”

- ISMBEA 2010 INDONESIA SMALL AND BUSINESS ENTERPRENEUR AWARD “Pengembang Bisnis Kuliner Ayam Bakar dengan Manajemen Modern”

- Juara 1 UKM Enterpreneur Award 2010 Kementerian Koperasi dan UKM RI

Referensi :

http://ayambakarmasmono.com

http://ayambakarmasmono.wordpress.com

Nama Kelompok

- Fitri Marwaningsih

- Sis Mega

- Rizki Fauziah

- Indah Dewi Puspita N.

- Annisa Arifah

Entity Relationship Diagram (ERD)

Pengertian Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship diagram (ERD) adalah teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari system informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database. Dalam pembentukan ERD terdapat 3 komponen yang akan dibentuk yaitu :

a.            Entitas

Pada post sebelumnya mengenai basis data telah dijelaskan sedikit tentang pengertian entity(entitas)  yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Pengertian lainnya menurut Brady dan Loonam (2010), entitas adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan.

Contoh : Mahasiswa, Kartu Anggota Perpustakaan (KAP), dan Buku.

b.            Hubungan (relasi/relationship)

Suatu hubungan adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas.

Contoh : Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP), relasinya adalah mendaftar.

c.             Atribut

Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data. Jenis-jenis atribut :

  • Atribut Key

        Contoh : Nomor pokok mahasiswa (NPM), NIM dan nomor pokok lainnya

  • Atribut simple

         Contoh : Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.

  • Atribut Multivalue

         Contoh : Dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.

  • Atribut Composite

          Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu yang             masih bisah dipecah lagi atau mempunyai sub attribute.

         Contoh : Dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang

  • Atribut Derivatif

         Contoh :

Derajat relasi atau kardinalitas rasio

Menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya

  • one to one (1:1), Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
  • one to many(1:M), Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
  • many to many(M:M), Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya.  

    Contoh soal :

    Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. Setelah itu mereka baru bias meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku,  judul, pengarang, penerbit,  tahun terbit. Satu buku bias ditulis oleh beberapa pengarang. Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas, dengan menggambar ERDnya.

    Jawab:

    Entitas : Mahasiswa, KAP, BUKU

    Atribut : Nama, no.mahasiswa, alamat mahasiswa, no.buku, judul, pengarang, penerbit dan tahun terbit.

    Relasi : Daftar dan Pinjam

    Gambar ERD

    Simbol – Simbol Diagram ERD

                                                                                                                

BASIS DATA

Pengertian Lingkungan basis data

Lingkungan basis data merupakan sebuah habitat di mana terdapat basis data untuk bisnis. Dalam lingkungan basis data, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti menggali data (data mining), memodifikasi data, atau berusaha membuat data baru. Pengguna tertentu tidak diperbolehkan mengakses data, baik secara fisik maupun logis.

 

Tujuan utama dari sistem basis data yaitu menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan. Titik awal untuk perancangan sebuah basis data haruslah abstrak dan deskripsi umum dari kebutuhan-kebutuhan informasi suatu organisasi harus digambarkan di dalam basis data.

Jika sebuah basis data merupakan suatu sumber yang dapat digunakan bersama. Setiap pemakai membutuhkan pandangan yang berbeda-beda terhadap data di dalam basis data. Untuk memenuhi kebutuhan ini, arsitektur komersial basis data yang banyak digunakan telah tersedia saat ini dan telah mengalami perluasan yaitu arsitektur ANSI-SPARC.

 

ANSI-SPARCH (stands for American National Standards Institute, Standards Planning And Requirements Committee) yaitu standar desain abstrak untuk Sistem Manajemen Database (DBMS), yang pertama kali diusulkan pada tahun 1975. Model ANSI-SPARC ini, tidak pernah menjadi standar formal.

 

Tiga Tingkatan Arsitektur Basis data ANSI-SPARC

 

Terdapat beberapa tujuan dari Tiga Tingkatan Arsitektur Basis Data ANSI-SPARC yaitu :

  • Membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik.
  • Setiap pengguna harus dapat mengakses data yang sama, tetapi memiliki pandangan yang berbeda disesuaikan data.
  • Pengguna tidak harus berurusan dengan penyimpanan database fisik. Mereka harus diizinkan untuk bekerja dengan data itu sendiri, tanpa memperhatikan bagaimana secara fisik disimpan.

 

Terdapat tiga tingkatan arsitektur basis data terdiri dari :

  • Tingkat Eksternal (External Level)

Merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data agar pembuatan basis data ini relevan bagi seorang pemakai tertentu. Yang terdiri dari sejumlah cara pandang berbeda dari sebuah basis data. Masing-masing pemakai merepresentasikan dalam bentuk yang sudah dikenalnya. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitasatribut dan hubungan antar entitas (relationship) yang diperlukan.

 

  • Tingkat Konseptual (Conseptual Level)

 

Merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data. Menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan hubungan antara datanya.

Hal-hal yang digambarkan dalam tingkat konseptual yaitu:

  • Semua entitas beserta atribut dan hubungannya
  • Batasan data
  • Informasi semantik tentang data
  • Keamanan dan integritas informasi

 

 

  • Tingkat Internal (Internal Level)

Merupakan perwujudan basis data dalam komputer. Yang menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik di dalam peralatan storage yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan / physical storage.

Hal –hal yang digambarkan adalah:

  • alokasi ruang penyimpanan data dan indeks
  • deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen)
  • penempatan record
  • pemampatan data dan teknik encryption

 

 

Konsep Data Indenpendence

Indepedensi data (data independensi) adalah kemampuan untuk melakukan perubahan pada struktur data tanpa melakukan perubahan pada program-program aplikasi yang memproses data. Oleh karena itu, terdapat tujuan utama dari 3 tingkat arsitektur adalah memelihara kemandirian data (data independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.

(buku Sistem Informasi Manajemen (ed.10) By McLeod (Pearson)

Jenis data independence, yaitu:

a. Physical Data Independence

Bahwa internal skema dapat diubah oleh DBA tanpa mengganggu konseptual skema. Dengan kata lain physical data independence menunjukkan kekebalan konseptual sekema data terhadap perubahan internal skema.

b. Logical Data Independence

Bahwa konseptual skema dapat diubah oleh DBA tanpa mengganggu eksternal skema. Dengan kata lain logical data independence menunjukkan kekebalan eksternal schema terhadap perubahan konseptual skema.

Prinsip data independence adalah salah satu hal yang harus diterapkan di dalam pengelolaan sistem basis data dengan alasan-alasan sbb :

  1. DBA dapat mengubah isi, lokasi, perwujudan dalam organisasi basis data tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
  2.  Pabrik / agen peralatan / software pengolahan data dapat memperkenalkan produk-produk baru tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
  3.  Untuk memindahkan perkembangan program-program    aplikasi
  4. Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi            keamanan dan integritas data dengan memperhatikan  perubahan-perubahan kebutuhan pengguna.

DBMS

Untuk mengelola data base diperlukan suatu perangkat lunak (Database Management System). Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang pengertian DBMS yaitu :

  1. C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
  2. S. Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
  3. Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.

Dapat disimpulkan bahwa DBMS adalah suatu system perangkat lunak yang memungkinkan user (pengguna) untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database secara praktis dan efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah mengontol dan memanipulasi data yang ada.

KOMPONEN DBMS

Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :

  1. File Manager: mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan
  2. informasi yang tersimpan dalam disk.
  3. Database Manager: menyediakan interfaceantara data low-level yang ada di basis data denganprogram
  4. aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
  5. Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.
  6. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bahasa induk.
  7. DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung
  8. metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.

Fungsi DBMS

database atau basis data berkaitan erat dengan DBMS dimana aplkasi DBMS menyediakan fasilitas untuk melakukan fungsi :

  1. pendefinisian data yang meliputi penentua tipe, struktur dan batasan data yang akan disimpan dalam basis data.
  2. kontruksi data yang meliputi proses penyimpanan data dalam database yang pengendaliannya diatur oleh DBMS
  3. Manipulasi data merupakan fungsi untuk menampilkan data, mengubah data serta menampilkan data yang ada dalam bentuk laporan
  4. Keamanan dan integritas data. (buku Solusi Bisnis Berbasis Microsoft Office System 2003, irwan sardi pt elex media komputindo)
  5. Menyediakan data dictionary

Bahasa DBMS

Model data

ð     Suatu kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data,hubungan antara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi.Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.

Model Data Berbasis Objek 

 

Model data logika berbasis objek (object-based logical model) digunakan untuk mendeskripsikan data pada tingkat konseptual dan view. Pendeskripsian data pada model ini dibuat berdasarkan fakta sehingga memberikan kemampuan penstrukturan secara fleksibel, dan memungkinkan untuk menspesifikasikan kendala-kendala datanya secara eksplisit.

 

Beberapa model data logika berbasis objek yang sudah dikenal diantaranya adalah:

• Model entity-relationship

• Model berorientasi objek (object-oriented model)

• Model biner

• Model data semantik

• Model infological

• Model data fungsional

 

 Gambar

 

Model Data Berbasis Record

 

Model logika berbasis record digunakan untuk menggambarkan data pada tingkat

konseptual dan view. Model data ini bersama dengan model data logika berbasis objek biasanya digunakan untuk menyatakan stuktur logika database secarakeseluruhan. Selain itu juga digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran penerapannya dalam tingkat yang lebih tinggi daripada gambaran fisiknya. Struktur database pada model logika berbasis record ini dinyatakan dengan type record yang mempunyai format tetap. Artinya setiap type record mempunyai beberapa field atau atribut dengan jumlah tetap, dan setiap field mempunyai panjang yang tetap. Tiga model data pada kelompok ini yang telah diterima secara meluas adalah model data relasi, jaringan (network) dan hirarki.

 

Model data konseptual
Model konseptual bukanlah pendekatan proses informasi seorang programmer aplikasi, tetapi merupakan kombinasi beberapa cara untuk memproses data untuk beberapa aplikasi. Model konseptual tidak tergantung pada aplikasi individual, tidak tergantung pada DBMS yang digunakan, tidak tergantuk pada hardware yang digunakan serta tidak tergantung juga pada phisikal model

 

Model data berbasis fisik

Perancangan basis data secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file basis data untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi.

Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk basis data yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema (pada istilah 3 level arsitektur DBMS).

 

Beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan basis data secara fisik :

 

1. Response time :

waktu yang telah berlalu dari suatu transaksi basis data yang diajukan untuk menjalankan suatu tanggapan. Pengaruh utama pada response time adalah di bawah pengawasan DBMS yaitu : waktu akses basis data untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti penjadwalan sistem operasi atau penundaan komunikasi.

 

2. Space utility :

jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file basis data dan struktur-struktur jalur akses.

 

3. Transaction throughput :

rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data, dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file basis data.

 

Data Dictionary

1 Pengertian

 

Kamus data atau systems data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan DD analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di system dengan lengkap. Pada tahap analisis sistem, DD digunakan sebagai alat komunikasi antara analis sitem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir ke sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, DD digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. DD dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD (Data Flow Diagram). Arus data di DFD sifatnya adalah global, hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DFD secara lebih terinci dapat dilihat di DD. Gambar berikut menunjukkan hubungan antara DFD dengan DD.

Gambar

DD tidak menggunakan notasi grafik sebagaimana halnya DFD. DD berfungsi membantu pelaku system untuk mengerti aplikasi secara detil, dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara presisi sehingga pemakai dan penganalisa sistem punya dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses. DD mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut:

1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam DFD.

2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran,

   misalnya alamat diuraikan menjadi kota, kodepos, propinsi, dan negara.

3. Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data.

4. Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan

   aliran.

5. Mendeskripsikan hubungan detil antara penyimpanan yang akan menjadi

   titik perhatian dalam entity relationship diagram.

 

 

3.2         Isi DD.

Data dictionary harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya. Untuk maksud keperluan ini, maka DD harus memuat hal-hal berikut :

a. Nama arus data.

   Karena DD dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DFD, maka

   nama dari arus data juga harus dicatat di DD, sehingga mereka yang

   membaca DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus

   data tertentu di DFD dapat langsung mencarinya dengan mudah di DD.

b. Alias.

   Alias atan nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada.

   Alias perlu ditulis karena data ayang sama mempunyai nama yang berbeda

   untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya, misalnnya bagian

   pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan sebagai faktur,

   sedang bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan.

   Baik faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur

   data yang sama, tetapi mempunyai struktur yang berbeda.

c. Bentuk data.

   Bentuk data perlu dicatat di DD, karena dapat digunakan untuk

   mengelompokkan DD ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem.

   • DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen dasar atau

     formulir akan digunakan untuk merancang bentuk input sistem.

   • DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk laporan tercetak

     dan dokumen hasil cetakan komputer akan digunakan untuk merancang

     output yang akan dihasilkan oleh sistem.

   • DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk tampilan dilayar

     monitor akan digunakan untuk merancang tampilan layar yang akan

     dihasilkan oleh sistem.

   • DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk parameter dan

     variabel akan digunakan untuk merancang proses dari program.

   • DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen, formulir,

     laporan, dokumen cetakan komputer, tampilan di layar monitor,

     variabel dan field akan digunakan untuk merancang database.

d. Arus data.

   Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan

   menuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat di DD supaya memudahkan

   mencari arus data ini di DFD.

e. Penjelasan.

   Untuk tidak memperjleas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat

   di DD, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan

   tentang arus data tersebut. Sebagai misalnya nama dari arus data adalah

   tembusan permintaaan persediaan, maka dapat lebih dijelaskan sebagai

   tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang.

f. Periode.

   Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu

   dicatat di DD karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan

   input data harus dimasukkan ke sistem, kapan proses dari program harus

   dilakukakan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.

g. Volume.

   Volume yang perlu dicatat di DD adalah tentang volumen rata-rata dan

   volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya

   rata-rata arus data yang mengalir dalam suatu periode tertentu dan

   volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak, Volume ini digunakan

   untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan,

   kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses dan alat output.

h. Struktur data.

   Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di DD terdiri dari

   item-item apa saja.

Sebagai contoh, dalam pembangunan medical system yang menyimpan data pasien,

dapat didefinisikan data berat dan tinggi dengan cara sebagai berikut ;

a. Berat           = * berat pasien ketika mendaftar di rumah sakit

                     * satuan : kilogram ; rentang : 1-200 *

b. Tinggi          = * tinggi pasien ketika mendaftar di rumah sakit

                     * satuan : sentimeter ; rentang : 1-200 *

c. Tinggi_sekarang = * satuan : sentimeter ; rentang : 1-200 *

d. Berat_sekarang  = * satuan : kilogram ; rentang : 1-200 *

e. Tanggal_lahir   = * satuan : hari sejak 1 Jan 1900 ;  rentang 36500 *

f. Jenis_kelamin   = * nilai : [  P | W ] *

Elemen data opsional didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat digunakan

atau tidak perlu digunakan sebagai pilihan dari sejumlah alternatif.

Masalah alternatif pilihan merupakan hal penting, karena pemakai harus

diyakinkan bahwa semua kemungkinan yang ada sudah tercakup.                

Pemakai akan kewalahan jika harus membaca seluruh DD, item demi item

untuk mengecek kebenaran DD tersebut. Ada sejumlah cara untuk mengecek

kelengkapan, konsistensi, dan kontradiksi melalui testing dengan sejumlah

pertanyaan seperti berikut :

a. Apakah semua aliran dalam DFD sudah didefinisikan dalam DD ?.

b. Apakah semua komponen elemen data sudah didefinisikan ?.

c. Adakah elemen data yang didefinisikan lebih dari satu kali ?.

d. Apakah semua notasi yang digunakan pada DD sudah dikoreksi ?.

e. Adalah elemen data dalam DD tidak menjelaskan sesuatu dalam DFD

   (Data Flow Diagram) atau ER (Entity Relationship).

Membangun DD adalah salah satu dari sejumlah aspek analisa yang paling

banyak menghabiskan waktu. Tetapi DD merupakah salah satu aspek terpenting,

tanpa DD yang mendefinisikan semua terminologi maka presisi sistem akan

menjadi harapan kosong belaka. Contoh :

Gambar

 

Nama_tarian = kode_tarian + nama_tarian + asal_tarian + lama_tarian + deskripsi_tarian.

a. @Kode_tarian              : kategori_tari + no_urut_tari

   a.1. kategori_tari : 1{karakter}2  => [ | A | B | .. | Z | ]

   a.2. no_urut_tari  : 1{numerik}2   => [ | 000 | 001 | … | 999 | ]

b. Nama_tarian       : 1{karakter}20 => [ | A | B | .. | Z | ]

c. Asal_tarian           : 1{karakter}15 => [ | A | B | .. | Z | ]

d. Lama_tarian         : jam + menit

   d.1. jam           : 1{numerik}1   => [ |  0 |  1 | .. | 9 | ]

   d.2. menit               : 1{numerik}2   => [ |  00 |  01 | .. | 60 | ]

e. Deskripsi_tarian   : 1{karakter}20 => [ | A | B | .. | Z | ]

Gambar

 

Tanggal : Tgl_hari + bulan + tahun

a. Tgl_hari   : 1{numerik}2  => [ | 01 | 02 | .. | 31 | ]

b. Bulan      : 1{numerik}2  => [ | 01 | 02 | .. | 12 | ]

                                01 = “Januari”

                                02 = “Februari”

                                —

                                12 = “Desember”

c. Tahun      : 1{numerik}4  => [ | 1900 | 1901 | 1902 | .. | 2999 | ]

Arsitektur DBMS Multi Pengguna

Pada seksi ini akan di jelaskan mengenai arsitektur yang biasanya digunakan untuk mengimplementasikan sistem basis data yang multi user, yaitu teleprocessing, file server dan client server.

2.8.1. Teleprocessing

Arsitektur tradisional untuk sistem multi pengguna adalah teleprocessing, dimana satu komputer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal.

Terminal untuk pengguna berjenis ‘dumb’, yang tidak dapat berfungsi sendiri dan masing-masing dihubungkan ke komputer pusat. Terminal-terminal tersebut mengirimkan pesan melalui subsistem pengontrol komunikasi pada sistem operasi ke program aplikasi, yang bergantian menggunakan layanan DBMS.

2.8.2. File-Server

Proses didistribusikan ke dalam jaringan, sejenis Local Area Network (LAN). File server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS. Meskipun aplikasi dan DBMS dijalankan pada masing-masing workstation, tetapi tetap meminta file dari file server jika diperlukan (perhatikan gambar di bawah ini). Dengan cara ini, file server berfungsi sebagai sebuah hard disk yang digunakan secara bersamaan. DBMS yang ada pada setiap workstation meminta data ke file server untuk semua data yang diinginkan oleh DBMS.

2.8.3. Client Server

Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem. Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan client dan server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain.

Perbedaan arsitektur :

-        Teleprocessing

  1. komputer server langsung terhubung dengan beberapa terminal
  2. Dapat mengirim atau menerima pengolahan data dengan jarak yang jauh
  3. Terminal berjenis “dumb” tidak dapat berfungsi sendiri , terhubung ke komputer pusat

-        File server

 

  1. terhubung dengan beberapa stasiun kerja

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1. HM, Jogiyanto, Analysis and Disain Sistem Informasi (Pendekatan

   terstruktur), Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 1995.

2. Martin, Merle P., Analysis and Design of Business Information System,

   Macmillan Publishing Company, New York, 1991.

3. Pohan, Husni Iskandar, Pengantar Perancangan Sistem, Penerbit

   Erlangga, Jakarta, 1997.

 

 

 

 

 

Referensi:

http://ipanripai.com/materi/tiga-tingkatan-arsitektur-basis-data-ansi-sparc (tigatingkatanarsitekturbasisdata)
http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

(Koh, 2005, dalam Janner Simarmata & Imam Paryudi 2006: 33).